Tampilkan postingan dengan label Berita Jepara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Jepara. Tampilkan semua postingan
Label:
Berita Jepara
DETAIL
ORDER
Berita Jepara - Pengusaha mebel dan ukir di Jepara, Jawa Tengah, mengalami kesulitan untuk menaikkan harga jual furnitur dan ukiran walaupun terjadi peningkatan biaya produksi akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
"Sampai saat ini, namun produsen mebel berani untuk menaikkan harga produk furnitur untuk berbagai alasan, meskipun kenaikan harga BBM telah berlangsung sejak Sabtu (22/6)," kata Ketua Asosiasi Mebel Indonesia dan Industri Kerajinan (Asmindo) Daerah Komisaris Akhmad Fauzi di Jepara Jepara, Rabu (3/7).
Kenaikan harga BBM, kata dia, mengakibatkan peningkatan biaya produksi, mulai dari kenaikan biaya transportasi, biaya tenaga kerja, kenaikan harga bahan baku dan bahan baku penolong bervariasi. Beberapa komponen pendukung untuk furnitur dan produk ukiran, katanya, tidak ada peningkatan, meskipun nantinya diperkirakan akan naik.
Peningkatan produksi sejumlah komponen, katanya, mulai 10-15 persen, sehingga margin keuntungan yang diperoleh pengusaha juga semakin rendah. Alasannya masih sulit untuk menaikkan harga jual, sebagian karena daya beli faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan pasar untuk menyerap produk dan mebel ukir.
Alasan lain, yang banyak pengusaha furnitur yang telah berada di bawah kontrak dengan pembeli dan berkaitan dengan pesaing yang mungkin masih belum menaikkan harga produk Mebel Jepara meskipun harga BBM sudah naik sejak lebih dari seminggu.
Namun demikian, ia masih optimis, bisnis dan mebel ukir di Kabupaten Jepara masih ada, karena masih ada jalan keluar dalam rangka untuk melanjutkan usahanya secara berkelanjutan. Dia mencatat bahwa jumlah usaha dan mebel ukir di 8.000 usaha kabupaten Jepara, sementara bisnis yang sudah mengantongi izin usaha diperkirakan hanya sebagian.
Untuk menjaga ketertiban dan bisnis mebel ukir tetap berlangsung, kata dia, perlu dilaksanakan langkah-langkah efisiensi di berbagai bidang pengusaha kreatif dan tuntutan bahwa keuntungan margin tidak terlalu kecil. "Kami juga berharap untuk mendapatkan bantuan pemerintah dalam hal promosi melalui berbagai pameran di tingkat lokal, nasional dan internasional," katanya.
Label:
Berita Jepara
DETAIL
ORDER
Berita Jepara - Normalisasi Dermaga Kartini Jepara akhirnya terealisasi, sejak pekan lalu beberapa alat berat untuk mengeruk kantung dermaga sudah siap dilokasi. Kemarin posisi alat berat itu berada di sisi barat dermaga dan sudah mulai beraktivitas.
"Proses pengerukan untuk saat ini akan difokuskan pada bagian kantung dermaga tempat sandar Kapal Motor Cepat Kartini dan Express Cantika 89. Adapun tempat sandar untuk Kapal Motor Penumpang Muria belum dilakukan," kata Kepala Bidang Kelautan pada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Jepara, Sutana, kemarin.
Pengerukan lumpur di Dermaga Pantai Kartini untuk saat ini berasal dari bantuan provinsi (banprov). Kegiatan pengerukan dilakukan seluas 500 meter persegi dengan volume 22 ribu meter kubik lumpur. Anggaran yang disediakan mencapai Rp 1,75 miliar.
"Mengenai pemenang tender, setahu saya dari Surabaya. Awalnya, pengiriman alat berat untuk pengerukan melalui jalur laut, tetapi dalam perkembangannya, dikirim lewat jalur derat pada pekan lalu," jelas Sutana.
Sutana menerangkan Lebih detail, pengerukan dilakukan karena kedalaman kantung sandar KMC di Dermaga Pantai Kartini tinggal sekitar 2,5 meter. Pengerukan akan dilakukan hingga kedalaman mencapai tiga meter. Lumpur hasil pengerukan tidak lantas dibuang begitu saja. Lumpur tersebut akan dimanfaatkan untuk pendangkalan kolam dermaga di sisi utara.
"Akhirnya bisa terealisasi. Kami memasukkan adanya kegiatan pengerukan ini sejak 2011. Kami berencana menambah area parkir sehingga bisa memuat kendaraan wisatawan maupun penjemput penumpang lebih banyak," katanya.
Dua Jalur
Selain area parkir, hasil pengerukan lumpur akan dimanfaatkan membuat jalan menuju tempat sandar KMP Muria menjadi dua jalur. Saat ini, alur keluar masuk penumpang ke tempat sandar kapal tak bisa lancar dengan menggunakan satu jalur jalan.
"Jalan yang ada ini akan dilebarkan kemudian dibuat dua jalur terpisah untuk masuk dan ke luar. Saat ramai rasanya sempit," terangnya.
Dua jalur jalan yang terpisah itu dinilai penting karena kendaraan angkutan banyak yang menuju ke tempat sandar. Baik untuk naik kapal untuk menuju Karimunjawa maupun sekadar mengedrop barang-barang kulakan dari masyarakat. Terkait dengan status dermaga kota Mebel Jepara itu meski ditambah fasilitas, status pelabuhan perintis tetap melekat di Dermaga Pantai Kartini.
"Meski status sama tapi yang terpenting bisa lebih baik dalam pelayanan," harapnya.
Disinggung mengenai pengerukan kantung sandar untuk KMP Muria, Sutana mengaku, belum bisa memastikan. Dia hanya mengatakan, sedang dalam proses lelang di pusat. Kemungkinan untuk anggaran normalisasi KMP Muria dari tingkat pusat. Pengerukan kantung dermaga tempat sandar KMP Muria tentu perlu anggaran lebih besar karena lebih dalam.
Sumber : suaramerdeka
Label:
Berita Jepara
DETAIL
ORDER
Berita Jepara - Kabupaten Jepara harus benar-benar memahami substansi masalah yang terjadi. Pemkab Jepara dinilai tidak konsisten dalam rangka untuk menyelesaikan pelanggaran hak cipta figura ukiran khas Jepara cermin (bingkai cermin) dan aksesoris lainnya ukiran khas Jepara termotivasi. Kejahatan tersebut dilakukan seorang pengusaha Inggris, Christopher Guy Harrison, sejak tahun 2004.
Hal tersebut disampaikan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Celcius, Didid Endro S di Jepara, Rabu (8/5). Ia mengatakan, sejak tahun 2005, Kabupaten Jepara tidak pernah memberikan dukungan konkret. "Pada peringatan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di seluruh dunia tahun lalu, untuk mengajukan hak pembatalan permintaan tertulis milik Christopher Guy Harrison pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, sebuah April baru saja mengirim kemarin. Ini membuktikan bahwa pemerintah daerah tidak benar-benar peduli tentang perlindungan dan pelestarian karya budaya, mengirim surat saja sampai satu tahun, "kata Didid ke situs Jaringnews.
Didid menyampaikan Selanjutnya, dokumen pendukung yang menunjukkan adanya pelanggaran hak cipta akan Jepara khas ukiran Celsius dikirim ke Kabupaten Jepara dinyatakan hilang oleh kabupaten. Bahkan, dokumen yang sama diajukan dua kali setelah absen yang pertama.
"Ini bukan alasan yang layak. Kantor dan mewah semua yang baik kenapa kehilangan dokumen, yang lucu," tambah Didid. Dari hal ini, meminta pemerintah daerah Celcius untuk mewujudkan apa yang telah dijanjikan bahwa memecahkan kasus ini untuk kepentingan masyarakat sebagai penyedia karya budaya Mebel Jepara. Kabupaten Jepara harus benar-benar memahami substansi masalah yang terjadi, bahwa klaim atas hak cipta cerita rakyat Jepara.
Jadi diskusi juga harus fokus pada hak cipta bukan hak merek dagang, indikasi geografis atau yang lain. "Meskipun semuanya termasuk dalam rezim HKI, tetapi masing-masing memiliki Undang-Undang (UU) yang berbeda. Dengan demikian, hak cipta tidak dapat diselesaikan dengan IG atau yang lain," kata Didid.
Sumber : jaringnews
Hal tersebut disampaikan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Celcius, Didid Endro S di Jepara, Rabu (8/5). Ia mengatakan, sejak tahun 2005, Kabupaten Jepara tidak pernah memberikan dukungan konkret. "Pada peringatan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di seluruh dunia tahun lalu, untuk mengajukan hak pembatalan permintaan tertulis milik Christopher Guy Harrison pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, sebuah April baru saja mengirim kemarin. Ini membuktikan bahwa pemerintah daerah tidak benar-benar peduli tentang perlindungan dan pelestarian karya budaya, mengirim surat saja sampai satu tahun, "kata Didid ke situs Jaringnews.
Didid menyampaikan Selanjutnya, dokumen pendukung yang menunjukkan adanya pelanggaran hak cipta akan Jepara khas ukiran Celsius dikirim ke Kabupaten Jepara dinyatakan hilang oleh kabupaten. Bahkan, dokumen yang sama diajukan dua kali setelah absen yang pertama.
"Ini bukan alasan yang layak. Kantor dan mewah semua yang baik kenapa kehilangan dokumen, yang lucu," tambah Didid. Dari hal ini, meminta pemerintah daerah Celcius untuk mewujudkan apa yang telah dijanjikan bahwa memecahkan kasus ini untuk kepentingan masyarakat sebagai penyedia karya budaya Mebel Jepara. Kabupaten Jepara harus benar-benar memahami substansi masalah yang terjadi, bahwa klaim atas hak cipta cerita rakyat Jepara.
Jadi diskusi juga harus fokus pada hak cipta bukan hak merek dagang, indikasi geografis atau yang lain. "Meskipun semuanya termasuk dalam rezim HKI, tetapi masing-masing memiliki Undang-Undang (UU) yang berbeda. Dengan demikian, hak cipta tidak dapat diselesaikan dengan IG atau yang lain," kata Didid.
Sumber : jaringnews
Label:
Berita Jepara
DETAIL
ORDER
Berita Jepara - Kadin Kabupaten Jepara menerima kunjungan Persatuan Penggiat Ukir Kayu (Pengukir) Malaysia di Gedung Jepara Trade and Tourism Center, baru-baru ini.
Ketua Kadin Jepara, Abdul Kohar mengatakan, penjajakan kerja sama antarkedua pihak akan ditindaklanjuti.Pasalnya kerja sama tersebut akan memberikan manfaat kepada Jepara dan Malaysia.
‘’Kami berharap jika nanti ada kerja sama, dapat memberikan keuntungan bagi kedua pihak. Sebab jika tidak, bila salah satu dirugikan, maka kerja sama tidak akan berjalan dengan baik katanya saat menyambut rombongan Pengukir Malaysia.
Dari hasil diskusi, disimpulkan beberapa permasalahan utama yang dihadapi para perajin ukir di kedua negara. Yakni regenerasi dan cara mempertahankan identitas dan karakter ukiran, agar dapat bersaing di luar negeri dan tidak mudah punah.
Ketua rombongan Pengukir Malaysia, Noorhaiza bin Noordin menyampaikan, tujuan kedatangan untuk belajar lebih banyak dan memahami bagaimana cara mengajarkan cinta seni ukir kepada gene rasi muda.
Kadin Jepara juga mengundang beberapa asosiasi di Jepara dalam diskusi dengan peserta kunjungan, di antaranya Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo), Asosiasi Pengrajin Kayu Jepara (APKJ), Asosiasi Mebel Kayu dan Rotan (Amkri), dan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia.
Sumber : suara merdeka
Label:
Berita Jepara
DETAIL
ORDER
Berita Jepara – Tahun 2013, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggenjot kunjungan wisatawan ke Jawa Tengah, baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Salah satu langkah meningkatkan kunjungan wisatawan melalui media film.
Hal tersebut disampaikan Kasi Perfilman Bidang Nilai Budaya Seni dan Film Dinas Pariwisata Jawa Tengah, Agung Kristianto. Bertempat di Hotel Abas, puluhan sineas muda se-karisidenan Pati selama tiga hari, Rabu – Jum’at (24-26/4) memperoleh pelatihan pembuatan film dokumenter.
Lebih lanjut Agus menyampaikan, bengkel film yang menghadirkan Bambang Hengky (Pro TV), A Winarto (praktisi film), dan Sahlani Aan (editor film layar lebar), sengaja di jatuhkan di Kota Kretek, lantaran kota yang berbatasan dengan Kabupaten Jepara dan Pati tersebut memiliki banyak potensi lokal yang dapat digarap melalui Film Dokumenter.
"Banyak potensi-pontensi di daerah di wilayah Jawa Tengah yang dapat diangkat ke dalam film dokumentaer, sehingga memalalui media film tersebut dapat pula mendongkrak kunjungan wisatawan ke berbagai daerah yang ada di wilayah Jateng," papar Agus.
Sementara itu, peserta bengkel film kali ini menyambut baik kegiatan ini. Minimal, dengan adanya kegiatan bengkel film dapat mendongkrak semangat sineas muda dalam berkarnya membuat film dokumenter.
"Tentu kegiatan seperti ini dapat menambah informasi dan ilmu bagi kami sineas-sineas di daerah, apa lagi saat ini kami sedang dalam proses pembuatan film dokumenter Macan Kurung, ukiran khas Jepara yang mulai punah," papar Dedi Setyawan, sineas muda dari Kota Ukir, Jepara.
Sumber : jaringnews
Label:
Berita Jepara
DETAIL
ORDER
Berita Jepara – Dihadapan ratusan peserta workshop filam, tiga artis ibu kota, Alex Komang, Yati Oktavia, Yeni Rahman, curhat awal mula mereka berkiprah di dunia perfilaman. Bertempat di pendopo Kabupaten Jepara, Jum’at sore (19/4) artis senior itu berbagi pengalaman.
Yati Octavia misalnya, aktris kelahiran Jakarta 58 tahun silam itu bercerita asal muasal terjun di dunia perfilaman. Mulanya, artis yang Berjaya di era 80-an itu semula bercita-cita menjadi wartawan dan pramugari. Namun, pada suatu ketika ada seorang produser yang sedang mencari pemeran figuran, maka ikutlah Yati Octavia casting dalam produksi film tersebut.
Kemudian, artis senior yang pernah mendapatkan julukan ratu film itu menekuni dunia perfilman. Yati Octavia menyampaikan, jika ingin menjadi seorang artis film harus tekun dan rajin bertanya kepada sutradara.
“Kalau mau jadi artis yang sukses harus tekun dan rajin bertanya,” ujar istri Pangky Suwito itu.
Sementara itu aktor kelahiran Jepara 51 tahun silam, Alex Komang, menyampaikan menjadi artis dan sutradara adalah hak semua orang. Untuk menjadi artis, tidak dibutuhkan modal tampang ganteng atau cantik. Jika ada yang ganteng atau cantik itu nilai lebih untuk menarik perhatian.
Lebih lanjut aktor yang memiliki nama asli Syaiful Nuha itu menyampaikan, menjadi seorang aktor harus memiliki kepekaan yang mendalam terhadap situasi di sekelilingnya. Inti dari berakting adalah meyakinkan orang.
“Belajar akting tidak hanya untuk dipanggung atau di depan kamera, tapi juga dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari,” papar salahsatu murid Teguh Karya di Teater Populer.
Sedangkan aktris senior yang pernah mendapat predikat Pemeran Utama Wanita terbaik tahun 1980 lewat film Kabut Sutra Ungu itu mengajak pada peserta untuk menjadi seorang aktor hadal harus percaya diri. Yenny Rachman menambahkan, untuk menemukan kepercayaan diri itu, seorang aktor harus sering-sering meluangkan waktu untuk observasi dan surfei kondisi sosial yang ada di masyarakakat.
“Sampai pada properti harus kita pelajari, termasuk beradaptasi pada lingkungan dan budaya,” ujar artis yang mengawali karier sebagai bintang iklan dan model foto itu.
Sayang, acara yang berlabel whorkshop film dinilai sejumlah peserta luput dari tema besar acara. Sara Erlinda Fiki, misalnya. Sisiwi SMK Negeri 3 Jepara itu datang bersama tiga rekan lainnya berharap bakal mendapat banyak bagaimana agar bisa menjadi artis film atau memproduksi sebuah film dari tiga artis ibu kota yang didatangkan panitia. Personil teater Bosas itu mengaku tak mendapatkan apa-apa dari acara tersebut, selain cerita pengalaman masing-masing narasumber.
Hal senada juga disampaikan pentolan rumah produksi Home 17 Desa Langon Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara, Dedy Setyawan. Dia melihat waktu pelaksanaan workshop yang terlalu singkat, acara dimulai selepas duhur dan berakhir pukul. 15.00 WIB.
“Yang namanya workshop, menurut saya semestinya kita diajari sedikit tatacara membuat film yang baik itu seperti apa, bukan sekedar mendengarkan cerita kesuksesan orang-orang Jakarta,” kata Dedy.
Yati Octavia misalnya, aktris kelahiran Jakarta 58 tahun silam itu bercerita asal muasal terjun di dunia perfilaman. Mulanya, artis yang Berjaya di era 80-an itu semula bercita-cita menjadi wartawan dan pramugari. Namun, pada suatu ketika ada seorang produser yang sedang mencari pemeran figuran, maka ikutlah Yati Octavia casting dalam produksi film tersebut.
Kemudian, artis senior yang pernah mendapatkan julukan ratu film itu menekuni dunia perfilman. Yati Octavia menyampaikan, jika ingin menjadi seorang artis film harus tekun dan rajin bertanya kepada sutradara.
“Kalau mau jadi artis yang sukses harus tekun dan rajin bertanya,” ujar istri Pangky Suwito itu.
Sementara itu aktor kelahiran Jepara 51 tahun silam, Alex Komang, menyampaikan menjadi artis dan sutradara adalah hak semua orang. Untuk menjadi artis, tidak dibutuhkan modal tampang ganteng atau cantik. Jika ada yang ganteng atau cantik itu nilai lebih untuk menarik perhatian.
Lebih lanjut aktor yang memiliki nama asli Syaiful Nuha itu menyampaikan, menjadi seorang aktor harus memiliki kepekaan yang mendalam terhadap situasi di sekelilingnya. Inti dari berakting adalah meyakinkan orang.
“Belajar akting tidak hanya untuk dipanggung atau di depan kamera, tapi juga dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari,” papar salahsatu murid Teguh Karya di Teater Populer.
Sedangkan aktris senior yang pernah mendapat predikat Pemeran Utama Wanita terbaik tahun 1980 lewat film Kabut Sutra Ungu itu mengajak pada peserta untuk menjadi seorang aktor hadal harus percaya diri. Yenny Rachman menambahkan, untuk menemukan kepercayaan diri itu, seorang aktor harus sering-sering meluangkan waktu untuk observasi dan surfei kondisi sosial yang ada di masyarakakat.
“Sampai pada properti harus kita pelajari, termasuk beradaptasi pada lingkungan dan budaya,” ujar artis yang mengawali karier sebagai bintang iklan dan model foto itu.
Sayang, acara yang berlabel whorkshop film dinilai sejumlah peserta luput dari tema besar acara. Sara Erlinda Fiki, misalnya. Sisiwi SMK Negeri 3 Jepara itu datang bersama tiga rekan lainnya berharap bakal mendapat banyak bagaimana agar bisa menjadi artis film atau memproduksi sebuah film dari tiga artis ibu kota yang didatangkan panitia. Personil teater Bosas itu mengaku tak mendapatkan apa-apa dari acara tersebut, selain cerita pengalaman masing-masing narasumber.
Hal senada juga disampaikan pentolan rumah produksi Home 17 Desa Langon Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara, Dedy Setyawan. Dia melihat waktu pelaksanaan workshop yang terlalu singkat, acara dimulai selepas duhur dan berakhir pukul. 15.00 WIB.
“Yang namanya workshop, menurut saya semestinya kita diajari sedikit tatacara membuat film yang baik itu seperti apa, bukan sekedar mendengarkan cerita kesuksesan orang-orang Jakarta,” kata Dedy.
Label:
Berita Jepara
DETAIL
ORDER
Berita Jepara - Mantan Bupati Jepara, Hendro Martojo, Rabu (17/4/2013) mendaftarkan diri sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di kantor KPU Jawa Tengah, Jl Veteran, Semarang. Hendro datang dengan didampingi sejumlah anggota tim suksesnya dan menyerahkan sejumlah persyaratan administratif, di antaranya lembaran pernyataan dukungan berisi 9.300 tanda tangan dukungan dan foto kopi KTP pemberi tanda tangan dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah sebagai pelengkapnya.
Jumlah dukungan ini melebihi persyaratan dari KPU Jateng yaitu 5.000 dukungan dari 18 kabupaten/kota.
Hendro menyatakan bahwa dirinya maju mencalonkan diri sebagai anggota DPD atas dorongan dan dukungan dari keluarga dan teman-temannya. Dirinya juga menyebut pengalamannya memimpin Jepara selama dua periode akan menjadi modal kuat untuk melaksanakan tugas sebagai anggota DPD mewakili Jawa Tengah. “Pengalaman memimpin itu membuat saya ingin mengabdi di DPD, yang urusannya masih terkait dengan masalah-masalah di daerah,” ujar mantan bupati yang pernah memimpin Jepara tahun 2002-2012 ini.
Anggota KPU Jateng, Nuswantoro Dwiwarno menyatakan saat ini baru ada dua orang yang mendaftar sebagai calon anggota DPD yaitu Hendro Martojo dan Toto Dirgantara. “Beberapa tokoh juga sudah menghubungi KPU terkait pendaftaran, namun belum mendaftar,” katanya. Beberapa tokoh itu menurut dia di antaranya Sumaryoto, anggota DPR dari PDIP, Wakil Ketua DPRD Jateng Bambang Sadono dan Jabir Alfaruqi dari GP Ansor Jateng. Ditambahkannya, pendaftaran calon anggota DPD akan ditutup 22 April mendatang.
Label:
Berita Jepara
DETAIL
ORDER
Ini digunakan bahasa yang lebih sopan, jika sekarang dipotong jelas bagi Muspida.
Berita Jepara - Gaji anggota DPRD Kabupaten Jepara periode 2009 – 2014 dipotong Rp 100 ribu untuk Muspida. Hal tersebut sesuai dengan yang tertera di daftar rincian gaji anggota DPRD Kabupaten Jepara. Padahal, tidak dibenarkan gaji anggota DPRD dipotong untuk Muspida. Kondisi tersebut disampaikan Ahmad Gunawan, mantan anggota DPRD Kabupaten Jepara.
Periode sebelumnya, 2004-2009, pemotongan Rp 100 ribu itu sudah ada. Namun keperluannya untuk dana taktis.
“Kalau dulu masa saya bunyinya lebih sopan, bunyinya taktis. Tapi kalau sekarang bunyi potongannya jelas,” ujar Gunawan. “Potongan Muspida!” tegasnya.
Gunawan menyampaikan, selama dirinya menjadi anggota dewan pernah menanyakan perihal pemotongan tersebut kepada pimpinan dewan kala itu. Namun, hingga saat ini dirinya belum pernah mendapatkan jawaban pasti akan potongan gaji tersebut.
“Ketika saya tanyakan, potongan itu untuk mereka (pimpinan dewan) yang berhubungan dengan mitra kerja (periode 2004 – 2009), nah periode 2009-2014 di struk gaji istri saya masih seperti itu, bahkan lebih jelas potongan untuk Muspida,” paparnya.
Lebih lanjut suami anggota DPRD Kabupaten Jepara dari Partai PDI Perjuangan, Sri Lestari, menceritakan, sampai saat ini Gunawan tak memperoleh jawaban pasti akan pemotongan gaji istrinya untuk Muspida itu.
“Saya tanya ke ketua dewan selalu menghindar, tanya Sekwan (sekretaris dewan) tidak berani memberi jawaban,” katanya.
Lantas berdasarkan pada undang-undang keterbukaan, Gunawan meminta sejumlah LSM untuk menanyakan pemotongan untuk Muspida itu kepada pimpinan dewan Kabupaten Jepara Sekwan. Namun, hasilnya tetap saja nihil.
“Sampai pada akhirnya saya membuat laporan ke Polres Jepara dan sampai sekarang belum dibekukan,” ujar mantan anggota DPRD yang kini berwiraswasta di Jakarta.
Gunawan menambahkan, pemotongan sebesar Rp 100 ribu tidak hanya pada gaji. Setiap kali ada kunjungan dan kegiatan anggota dewan selalu ada pemotongan sebesar Rp 100 ribu. Padahal, dalam setahun kegiatan dan kunjungan anggota dewan antara 20 hingga 40 kali.
“Intinya adalah akal-akalan pimpinan dewan. Dalam satu tahun kurang lebih 20 sampai 40 kunjungan baik lokal maupun ke luar Jawa. Rp 5 juta dikalikan 20 dikalikan 5 tahun itu sudah berapa, jadi seolah-olah seorang Kapolres, Jaksa, Hakim, Dandim hanya dihargai Rp 100.000,” papar Gunawan.
Sementara itu, Sekwan Kabupaten Jepara, Bambang Slametraharjo, ketika ditanya menampik adanya potongan untuk Muspida.
“Tidak ada potongan untuk Muspida sebesar Rp 100.000, saya juga kena potongan Rp 100.000 tapi itu untuk infaq,” katanya.
Bambang justru mengembalikan pertanyaan potongan gaji anggota DPRD untuk Muspida itu untuk apa.
“Potongan Muspida itu terus untuk apa? tidak ada potongan itu,” jawabnya disusul dengan tawa kecil seolah yakin tidak ada potongan untuk Muspida.
“Kalau terdengar orang Muspida, malah Muspida bisa marah karena tidak merasa diberi dari dewan, Muspida itu kaitannya apa kan tidak ada” pungkas Bambang.
Sumber : Rhobi Shani Jaringnews (Rhs / Nky)
Label:
Berita Jepara
DETAIL
ORDER
Berita Jepara – Siswa Kejar Paket C dilangsungkan sore hari di SMPN 6 Jepara, SMPN 1 Jepara, dan SMPN 2 Jepara. Sebanyak 968 siswa Kejar Paket C dari beberapa pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) di Jepara, Sore ini, Senin (15/4) mengikuti ujian nasional (UN). Pelaksanaan UN Kejar Paket C dilangsungkan di tiga sekolah, yaitu SMP Negeri 1 Jepara, SMP Negeri 2 Jepara, dan SMP Negeri 6 Jepara.
Koordinator pengawas satuan pendidikan (PSP), Heri Subondo, menyampaikan secara teknis pelaksanaan UN Kejar Paket C tidak berbeda jauh dengan UN SMA sederajat. Dalam satu ruang ujian, maksimal diisi 20 perserta UN, minimal 6 siswa. Jumlah paket soal dalam satu ruangan ada 20 paket soal berbeda.
“Secara prinsip pelaksanaan UN Kejar Paket C sama, jumlah pengawas dalam satu ruang ujian juga sama, yaitu dua orang,” imbuh Heri kepada Jaringnews.com saat memantau pelaksanaan UN Kejar Paket C di SMP Negeri 6 Jepara.
Lebih lanjut Heri menambahkan, yang berbeda dari UN Kejar Paket C yaitu jadwal mata pelajaran (mapel) UN dan waktu pelaksanaan. Hari ini, jadwal UN Kejar Paket C ada dua mapel, PKn dan Bahasa Indonesia. Sedangkan UN siswa SMA sederajat hari ini jadwal mapel UN hanya Bahasa Indonesia.
“Waktunya memang dimulai dari siang sampai sore, karena kalau pagi sekolah-sekolah masih digunakan untuk aktifitas belajar mengajar, selain itu peserta ujian Kejar Paket C mungkin sudah ada yang bekerja jadi kita beri kesempatan untuk menyelesaikan tugas-tugasnya dulu,” papar Heri, Pembandun Dekan Fakultas Hukum, Universitas Negeri Semarang (Unnes).
Selain itu, jika lembar jawab komputer (LJK) peserta UN SMA hari ini juga langsung dikirim ke Unnes di Semarang untuk dipindai. Tetapi LJK peserta Kejar Paket C hari ini disimpan dahulu di kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jepara.
“Dibawa ke Unnes besok sore (Selasa, 16/4) bersama dengan LJK UN SMA, sementara malam ini LJK bermalam di Dinas Pendidikan tentunya dengan pengawasan yang ketat,” ujar Heri.
Pantauan Jaringnews.com dilapangan menunjukan, pelaksanaan UN Kejear Paket C pengawasannya tidak seketat UN SMA. Beberapa pengawas masih bisa menggunakan alat komunikasi hand phone di dalam ruangan maupun di luar ruang ujian. Pengawas ruangan UN Kejar Paket C adalah para tutor PKBM yang ada di Jepara. Selain itu, peserta UN Kejar Paket C dapat dengan leluasa menengok kanan kiri untuk meminta atau member jawaban kepada peserta yang lain.
Label:
Berita Jepara
DETAIL
ORDER
Berita Jepara - Sebanyak 111 pengawas satuan pendidikan (PSP) dari perguruan tinggi diterjunkan untuk mengawasi jalannya ujian nasional (UN) di Kabupaten Jepara. PSP nantinya bertugas mulai dari mengawasi pendistribusian soal ke sub-rayon sampai mengawasi jalannya pelaksanaan UN di masing-masing sekolah.
“Jika ada pelanggaran yang dilakukan pengawas dan peserta UN di dalam ruangan, PSP berkewajiban untuk menegur,” ujar Koordinator PSP Kabupaten Jepara, Heri Subondo kepada Jaringnews.com via telepon seluler, Minggu (14/4).
Selanjutnya Heri menyampaikan, setiap sekolah penyelenggara UN bakal diawasi satu atau dua orang PSP. Jika ada lebih dari 15 ruang ujian di satu sekolah, maka jumlah PSP dua orang.
“Kalau sekolah tersebut ruangannya kurang dari 15 PSP-nya cukup satu orang,” imbuh Heri.
Lebih lanjut Heri mengatakan, ada tiga jenis sanksi yang bakal diberikan bagi sekolah, pengawas, dan peserta UN yang melanggar aturan penyelenggaraan UN. Sanksi tersebut mulai dari teguran, pencatatan di berita acara, sampai pada mengeluarkan pengawas atau peserta dari dalam ruang ujian.
“Jika ada pelanggaran yang dilakukan peserta dan pengawas, PSP boleh menegur. Namun di sisi lain penegakan aturan jangan sampai merugikan semua pihak,” papar Heri.
Sementara itu, saat ini naskah soal UN yang telah didistribusikan pada masing-masing sub-rayon mendapatkan penjagaan ketat dari pihak kepolisian, guru dan koordinator UN.
Label:
Berita Jepara
DETAIL
ORDER
Berita Jepara - Klenteng Welahan ini dibangun pada tahun 1700-an. Hari Jum’at (12/4) merupakan hari ulang tahun bagi klenteng tertua di Indonesia yang berada di Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara, klenteng Hian Thian Siang Tee. Yaitu Imlek 3 Sha Gwee 2564 dalam penanggalan China. Namun, pesta perayaan berupa arak-arakan para dewa-dewa dari klenteng-klenteng yang ada di Indonesia dilangsungkan pada tanggal 1 Sha Gwee 2564 atau Rabu (10/4) kemarin lusa dalam penanggalan masehi.
Panitia peringatan ulang tahun Klenteng Hian Thian Siang Tee menyampaikan kali ini ulang tahun yang ke berapa tak berani memastikan. Berdasarkan beberapa sumber lisan dan tertulis, klenteng Welahan ini dibangun pada tahun 1700-an.
Prosesi arak-arakan para dewa yang ditandu dengan iringan musik khas negeri tirai bambu itu menjadi tontonan menarik warga sekitar klenteng. Bahkan yang terlibat dalam kirab tidak hanya warga Jepara. Banyak warga dari luar daerah turut serta meramaikan prosesi arak-arakan ini.
Prosesi kirab dimulai dari klenteng Hian Thian Siang Tee menuju Klenteng Hok Tek Bio. Dengan berjalan beriringan, perserta kirab berjalan menempuh jarak 3 kilometer berkeliling kampung. Kirab ini dimaksudkan agar klenteng dan lingkungan sekitar diberi keberkahan dan keamanan. Sebelum dikirab dewa-dewa kami letakan di tempat peribadatan dan pengunjung yang melewatinya lalu bersembahyang, kemudian para dewa menerima sesaji.
Meski klenteng Hian Thian Siang Tee berada di tengah-tengah pemukiman warga yang mayoritas memeluk agama Islam, toleransi antar umat beragama tercipta dengan damai dan rukun. Bahkan, sejumlah warga sekitar klenteng sebelum memulai musim tanam padi, banyak yang berkonsultasi dengan pengelola klenteng untuk menentukan hari baik dalam memulai menanam padi.
Selain itu, klenteng Hian Thian Siang Tee seringkali menjadi rujukan bagi warga yang sedang sakit. Biasanya para warga sekitar dan luar kota datang ke klenteng Hian Thian Siang Tee untuk meminta resep pengobatan ramuan China kuno.
“Ada tiga jenis tingkatan resep, mulai dari resep untuk sakit ringan, sakit yang agak berat, dan sakit yang menentukan antara hidup dan mati. Untuk resep yang digunakan penyakit yang sudah parah biasanya ramuannya agak susuah dicari, tapi begitu dapat dan diminum ya, tinggal dua kemungkinan, antara sakitnya sembuh atau meninggal dunia,” papar Eris, warga Pengkol, Jepara yang mengaku sering meminta resep pengobatan di klenteng Hian Thian Siang Tee jika ada anggota keluarganya yang sakit.
Panitia peringatan ulang tahun Klenteng Hian Thian Siang Tee menyampaikan kali ini ulang tahun yang ke berapa tak berani memastikan. Berdasarkan beberapa sumber lisan dan tertulis, klenteng Welahan ini dibangun pada tahun 1700-an.
Prosesi arak-arakan para dewa yang ditandu dengan iringan musik khas negeri tirai bambu itu menjadi tontonan menarik warga sekitar klenteng. Bahkan yang terlibat dalam kirab tidak hanya warga Jepara. Banyak warga dari luar daerah turut serta meramaikan prosesi arak-arakan ini.
Prosesi kirab dimulai dari klenteng Hian Thian Siang Tee menuju Klenteng Hok Tek Bio. Dengan berjalan beriringan, perserta kirab berjalan menempuh jarak 3 kilometer berkeliling kampung. Kirab ini dimaksudkan agar klenteng dan lingkungan sekitar diberi keberkahan dan keamanan. Sebelum dikirab dewa-dewa kami letakan di tempat peribadatan dan pengunjung yang melewatinya lalu bersembahyang, kemudian para dewa menerima sesaji.
Meski klenteng Hian Thian Siang Tee berada di tengah-tengah pemukiman warga yang mayoritas memeluk agama Islam, toleransi antar umat beragama tercipta dengan damai dan rukun. Bahkan, sejumlah warga sekitar klenteng sebelum memulai musim tanam padi, banyak yang berkonsultasi dengan pengelola klenteng untuk menentukan hari baik dalam memulai menanam padi.
Selain itu, klenteng Hian Thian Siang Tee seringkali menjadi rujukan bagi warga yang sedang sakit. Biasanya para warga sekitar dan luar kota datang ke klenteng Hian Thian Siang Tee untuk meminta resep pengobatan ramuan China kuno.
“Ada tiga jenis tingkatan resep, mulai dari resep untuk sakit ringan, sakit yang agak berat, dan sakit yang menentukan antara hidup dan mati. Untuk resep yang digunakan penyakit yang sudah parah biasanya ramuannya agak susuah dicari, tapi begitu dapat dan diminum ya, tinggal dua kemungkinan, antara sakitnya sembuh atau meninggal dunia,” papar Eris, warga Pengkol, Jepara yang mengaku sering meminta resep pengobatan di klenteng Hian Thian Siang Tee jika ada anggota keluarganya yang sakit.
Label:
Berita Jepara
DETAIL
ORDER
Ratusan seniman Jepara Kota Ukir terlibat dalam pagelaran berlabel Jepara Cultural Festival. Di atas panggung buatan berukuran 100 meter persegi, secara bergantian kesenian asli Jepara tersebut tampil bergantian dibawakan seniman-seniman muda Bumi Kartini.
Tampil lebih awal pesta Perang Obor. Kesenian lokal masyarakat Desa Tegalsambi Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara itu menjadi tontonan pembuka nan atraktif. Puluhan orang berperang saling memukul menggunakan obor dari blarak (daun kelapa kering) ke tubuh lawan.
Berikutnya disusul kesenian masyarakat Kecamatan Kalinyamatan, Baratan. Puluhan perempuan nan cantik dan anggun terlibat dalam penggarapan ini. Dengan kostum berkebaya, perempuan-perempuan bak jelmaan RA Kartini itu masuk panggung dengan membawa lampion beraneka warna. Sedangkan para prajurit laki-laki dengan langkah tegap membawa tongkat mengiringi langkah Ratu Kalinyamat.
Tak pelak keanggunan Ratu Kalinyamat menggoda mata fotografer dan pewarta untuk membidiknya. Masyarakat yang menyaksikan pagelaran ini pun turut serta mengabadikan pertunjukan teater kolosal ini dengan kamera selular.
Sementara itu, komunitas seni Gaperto Art Community yang bermarkas di Desa Jambu Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara didaulat untuk menyuguhkan pertunjukan Jembul Tulakan. Kesenian ini merupakan kesenian asli warga Desa Tulakan Kecamatan Donorojo Kabupaten Jepara.
Dalam pertunjukan kali ini, komunitas yang digawangi Didid Endro itu menghadirkan empat Jembul (tumpeng raksasa) di atas panggung. Dengan iringan para penari teatrikal dan narasi berbahasa Jawa yang menceritakan latar belakang kelahiran Jembul Tulakan, menambah nilai estetik pertunjukan yang satu ini.
Pertunjukan teater kolosal yang serlangsung selama dua jam ini menjadi kemeriahan tersendiri dalam rangkaian peringatan hari jadi Kabupaten Jepara ke 464, selain Kirab Budaya yang berlangsung kemarin lusa.
Kustam menyampaikan, dalam pagelaran kali ini sediktnya 11 kelompok teater dan 14 komunitas seni terlibat dalam penggarapan. Sayang, jajaran kepengurusan Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Jepara yang belum dilantik bupati tidak terlibat dalam penggarapan ini.
Tampil lebih awal pesta Perang Obor. Kesenian lokal masyarakat Desa Tegalsambi Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara itu menjadi tontonan pembuka nan atraktif. Puluhan orang berperang saling memukul menggunakan obor dari blarak (daun kelapa kering) ke tubuh lawan.
![]() |
| Perang Obor Jepara Cultural Festival 2013 |
Tak pelak keanggunan Ratu Kalinyamat menggoda mata fotografer dan pewarta untuk membidiknya. Masyarakat yang menyaksikan pagelaran ini pun turut serta mengabadikan pertunjukan teater kolosal ini dengan kamera selular.
Sementara itu, komunitas seni Gaperto Art Community yang bermarkas di Desa Jambu Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara didaulat untuk menyuguhkan pertunjukan Jembul Tulakan. Kesenian ini merupakan kesenian asli warga Desa Tulakan Kecamatan Donorojo Kabupaten Jepara.
![]() |
| Jembul Tulakan Jepara Cultural Festival 2013 |
Pertunjukan teater kolosal yang serlangsung selama dua jam ini menjadi kemeriahan tersendiri dalam rangkaian peringatan hari jadi Kabupaten Jepara ke 464, selain Kirab Budaya yang berlangsung kemarin lusa.
Kustam menyampaikan, dalam pagelaran kali ini sediktnya 11 kelompok teater dan 14 komunitas seni terlibat dalam penggarapan. Sayang, jajaran kepengurusan Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Jepara yang belum dilantik bupati tidak terlibat dalam penggarapan ini.
Label:
Berita Jepara
DETAIL
ORDER
Banjir Menenggelamkan Sembilan Desa di Kabupaten Demak
Sebagian desa di kabupaten demak terendam banjir, dikarenakan tanggul pada sungai wulan jebol. banjir ini menenggelamkan sembilan desa di dua kecamatan.Banjir tersebut melanda Kecamatan Mijen dan Wedung, Kabupaten Demak. 3.700 rumah di sembilan desa nyaris tenggelam karena ketinggian air mencapai tiga meter.
Sembilan desa di Kecamatan Mijen dan Wedung Kabupaten Demak yang nyaris tenggelam yakni Mijen, Pecuk, Ngelo Kulon, Jleper, Pasir, Rejosari, Ngegot, Jetak, Jongsemi.
Banjir yang diakibatkan oleh jebolnya tanggul sungai di desa Mijen hari ini sudah memasuki hari ke 3 dan belum ada tanda surut. Justru limpahan air banjir itu terus mengarah ke barat memasuki perkampungan dan persawahan.
Tercatat ada 337 warga Demak yang saat ini berada di GOR Welahan sebagai tempat pengungsian sementara . Saat ini yang sangat dibutuhkan adalah pakean layak pakai untuk para korban banjir yang saat ini berada didalam GOR. Posko kesehatan juga sudah didirikan oleh tim relawan. Saat ini hujan dilapangan sudah reda dan Tim Sar , BPBD Jepara , Rescue Jepara, PMI ,.Dan seluruh tim relawan kembali melakukan evakuasi kepada warga.
Banjir tersebut mengakibatkan lumpuhnya jalur jepara-demak. akibat lumpuhnya jalur tersebut maka jalur Jepara menuju ke demak atau ke semarang di alihkan melaui Kabupaten Kudus.
Label:
Berita Jepara
DETAIL
ORDER
Bus Jurusan Jepara - Semarang diterminal Jepara sepi ,sejak terjadinya banjir di wilayah Demak . Menurut Slamet supir bus Muji Jaya jurusan Jepara - Semarang terpaksa menaikkan tarif jurusan ke Semarang maupun sebaliknya karena jarak yang ditempuh lebih jauh dari sebelumnya.
Karena harus lewat Kudus terlebih dahulu untuk menuju ke Semarang maupun Jepara .Jalur transportasi Jepara - Semarang di wilayah Demak sampai saat ini lumpuh total . Selamaet menambahkan , Tarif normal yang biasanya Rp 11.000 kini ia naikkan menjadi Rp 15.000.Tapi untuk jasa bus yang lain memang ada yang berbeda , ada yang RP 17.000 juga . Namun Sopir bus Muji Jaya itu mematok harga hanya Rp 15.000
Semenjak terjadinya banjir , kini bus jurusan Jepara - Semarang hanya sedikit yang beroperasi .Biasanya setiap harinya ada kurang lebih 30 bus kini setiap hari hanya separuhnya saja yang beroperasi kurang lebih ada 15 bus
Karena harus lewat Kudus terlebih dahulu untuk menuju ke Semarang maupun Jepara .Jalur transportasi Jepara - Semarang di wilayah Demak sampai saat ini lumpuh total . Selamaet menambahkan , Tarif normal yang biasanya Rp 11.000 kini ia naikkan menjadi Rp 15.000.Tapi untuk jasa bus yang lain memang ada yang berbeda , ada yang RP 17.000 juga . Namun Sopir bus Muji Jaya itu mematok harga hanya Rp 15.000
Semenjak terjadinya banjir , kini bus jurusan Jepara - Semarang hanya sedikit yang beroperasi .Biasanya setiap harinya ada kurang lebih 30 bus kini setiap hari hanya separuhnya saja yang beroperasi kurang lebih ada 15 bus
Label:
Berita Jepara
DETAIL
ORDER
Kendaraan yang menuju ke Jepara terpaksa harus memutar lewati Kudus yang jaraknya sedikit lebih jauh. “Jalan raya yang tergenang sekitar sepanjang setengah kilometer. Saat ini situasinya masih ramai, dan petugas PMI, Tim SAR Kabupaten Demak, petugas kecamatan, polisi dan TNI masih sibuk mengusikan warga,” ujar Sunyoto, petugas Kecamatan Mijen, semalam.
Akibat jebolnya tanggul sepanjang 15 meter di kanan Sungai Wulan Dukuh Bengkal Desa Mijen Kecamatan Mijen Demak, Selasa (09/04/2013) malam sekitar pukul 22.00, menyebabkan jalur transportasi antara Trengguli Gajah menuju Welahan Jepara terputus. Genangan air mencapai antara setengah hingga satu meter.
Selama dua hari ini, debit air Sungai Wulan bertahan di angka 940 meter kubik per detik (m3/detik) hingga dinyatakan dalam status waspada. Kapasitas maksimum debit air Sungai Wulan 1.100 m3/3. Sungai Wulan yang memiliki lebar sekitar 100 meter, membentang dan membelah wilayah Demak dan Kudus.
Berdasar pantauan, air Sungai Wulan yang berasal dari hulu Sungai Serang di Grobogan mulai limpas dan itu terlihat di Bendung Wilalung. Masyarakat di sekitar sungai itu mulai cemas dengan kondisi itu. Ratusan warga Ketanjung Kecamatan Karanganyar Demak, sejak siang juga siap diungsikan karena air mulai rata denga tanggul.
Banjir melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Mijen, Demak, Jawa Tengah, Rabu (10/4/2013). Banjir yang diakibatkan meluapnya Sungai Wulan akibat jebolnya tanggul sepanjang 15 meter dan kedalaman 5 meter tersebut merendam ratusan rumah warga.
"Tanggul jebol sejak tadi malam, kami masih terus melakukan evakuasi warga. Ketinggian air mencapai dua meter," terang Bambang Saptoro, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Demak, saat memimpin proses evakuasi warga.
Sebanyak lima unit perahu karet dikerahkan untuk proses evakuasi warga. Sampai berita ini ditulis, banjir masih cukup tinggi.
Sumber : berbagai sumber
Sumber : berbagai sumber
Label:
Berita Jepara
DETAIL
ORDER
Bus dan truck menjadi cepat rusak dan sering masuk bengkel.
Berita Jepara – Buruknya kondisi jalan raya di Kabupaten Jepara, terutama di ruas Jepara – Pecangaan dan Nggotri – Welahan di keluhkan sopir bus Jurusan Jepara – Semarang dan sopir truck ekspedisi. Akibatnya bus dan truck menjadi cepat rusak dan sering masuk bengkel.
“Apalagi kalau muatan penuh, kalau tidak hati-hati begitu melewati jalan yang berlubang dalam bisa-bisa per patah,” ujar David, sopir truck ekspedisi, Rabu (20/3).
David, warga Desa Jambu Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara itu menambahkan, kondisi jalan yang buruk mengakibatkan gardan dan pelat kopling menjadi cepet rusak. Padahal jika rusak dibutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk memperbaiki bagaian kendaraan tersebut.
“Kalau sering diperbaiki, otomatis menambah biaya perawatan dan mengurangi penghasilan,” imbuh David.
Hal senada juga disampaikan Selamet. Sopir bus jurusan Jepara – Semarang itu pun mengeluhkan kondisi jalan yang buruk. Apalagi ditambah kondisi terminal bus Terboyo Semarang yang sering dilanda banjir rob. Akibatnya bodi bus menjadi cepet keropos.
“Jalan di Jepara sudah jelek ditambah terminal Terboyo banjir rob setiap saat, menyebabkan bus jadi sering masuk bengkel,” ujar Selamet.
Label:
Berita Jepara
DETAIL
ORDER
Diserahkan Bantuan Alat Kesehatan Untuk Posyandu Lansia
Berita Jepara - Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Makmur Sentosa Desa Mambak Kecamatan Pakis Aji, Rabu (27/3) pagi menyerahkan bantuan perlengkapan kesehatan kepada “Posyandu Lansia” di bawah kelompok pengelola bidan desa setempat. Bantuan peralatan kesehatan tersebut dimaksudkan untuk menunjang fasilitas yang dibutuhkan masyarakat khususnya para kaum lansia.
Ketua BKM Makmur Sentosa Desa Mambak Kecamatan Pakis Aji H. Nur Salim mengatakan bantuan perlengkapan kesehatan ini untuk menunjang fasilitas yang ada di Posyandu khususnya bagi kaum lansia. “Ini adalah bentuk kepedulian kepada masyarakat lansia khususnya di bidang kesehatan” ujarnya.
Menurut Nur Salim, sesuai dengan anggaran Bantuan Langsung masyarakat (BLM) tahun 2012, tahap II ini dialokasikan sekitar Rp. 3.000.000, yang digunakan untuk membeli peralatan kesehatan seperti alat timbangan badan, alat tensi darah, alat pengukur kolesterol serta alat pengukur asam urat. “Mudah mudahan bantuan alat ini dapat bermanfaat untuk masyarakat” ujarnya.
Tujuan pembentukan posyandu lansia secara garis besar dimaksudkan untuk meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan lansia di masyarakat, sehingga terbentuk pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan lansia. Hal ini sekaligus meningkatkan peran serta masyarakat dan swasta dalam pelayanan kesehatan. Selama ini sudah ada 4 Posyandu yang menangani sekitar 420 balita serta 70 kelompok lansia di Desa Mambak.
Sementara itu, Sekertariat BKM Makmur Sentoso Achmad Munif menambahkan, selain untuk pengadaan peralatan posyandu lansia juga melakukan kegiatan peningkatan ssupan gizi balita dengan alokasi Rp. 6.000.000. Program Makanan Tambahan Siswa MI-SD dengan alokasi Rp. 7.500.000 serta bantuan pendidikan siswa miskin dengan alokasi sekitar Rp. 6.250.000
Label:
Berita Jepara,
Persijap
DETAIL
ORDER
Berita Jepara - Suporter Banaspati Memerah menyalakan kembang api. Pertandingan sementara dihentikan akibat asap lebat memasuki lapangan pertandingan.
Pertandingan Persijap Jepara melawan Semen Padang pada babak pertama di Stadion Gelora Bumi Kartini cukup seru. Dimana anak anak laskar kalinyamat ini beberapa kali memberikan tekanan ke lini belakang semen padang. Beberapa kali para pemain Persijap menembus jantung pertahanan lawan, Satu diantaranya tendangan dari luar kotak penalti oleh Safri Umri mengenai mistar gawang dan hampir saja membuahkan gol.
Satu peluang manis juga belum bisa dimanfaatkan Victor Ortega saat bola muntah di depan gawang. Sedangkan Agung Supriyanto sempat mendapatkan satu peluang didepan gawang. Namun penjaga gawang Semen Padang, Jandia Eka Putra berhasil menepis tendangan oleh Pemain Timnas itu.
Tekanan demi tekanan persijap dalam babak pertama terus dilakukan akan tetapi hingga babak pertama usai kedua kesebelasan belum bisa menyarangkan bola ke gawang.
Persijap, Gagal Petik Poin Penuh Di SGBK
Persijap Jepara kembali gagal raih poin penuh dikandang . Dalam pertandingan lanjutan Kompetisi Indonesia Premiere League melawan Semen Padang di Stadion Gelora Bumi Kartini malam ini , Persijap hanya bisa menahan imbang tim yang berjuluk Kabau Sirah ini . Para pemain Laskar Kalinyamat sudah bermain maksimal untuk menyarangkan bola ke gawang lawan , namun finishing yang dilakukan oleh pemain depan Persijap belum bisa membuahkan hasil .
Sementara itu Di dalam babak kedua diwarnai dengan diberhentikan sementara pertandingan, dikarenakan para suporter Persijap menyalakan kembang api yang mengakibatlan lapangan pertandingan dipenuhi asap tebal. Setelah asap hilang pertandingan kembali dilanjutkan oleh wasit.
Di menit menit terakhir , Semen Padang harus bermain dengan sepuluh pemain , Karena pemain belakang Wahyu W melakukan perlanggaran keras kepada pemain depan Persijap sehingga wasit memberikan kartu merah .
Dengan hasil ini Persijap Jepara hanya mampu menambah 1 Poin dilaga kandang ini . Dan Jumat depan Laskar Kalinyamat akan kembali menjamu Pro Duta Fc di Stadion Gelora Bumi Kartini
Label:
Berita Jepara,
Persijap
DETAIL
ORDER
Berita Jepara - Tim Semen Padang akan tampil tanpa bombernya, Edward Wilson Junior saat dijamu Persijap Jepara dalam lanjutan kompetisi Indonesia Premier League (IPL) di Gelora Bumi Kartini, malam ini.
Namun kekuatan tim juara IPL 2012 itu diperkirakan tak banyak berubah karena masi memiliki penyerang berbahaya seperti Titus Bonai. "Edo (panggilan Edward) sedang mengurus visa. Dia tidak bisa tampil," kata Pelatih Semen Padang Suhatman Imam usai melatih timnya di Gelora Bumi Kartini, kemarin.
Selain Edward, seluruh pemain Semen Padang sudah disiapkan untuk pertandingan ini. Titus Bonai atau Tibo adalah mantan striker Persipura Jayapura yang baru datang menyusul ke Jepara kemarin malam. Ia ikut dalam latihan pagi harinya di Gelora Bumi Kartini dan dipastikan bisa tampil berduet dengan Hendra Bayaw di lini serang saat jumpa Persijap.
Suhatman Imam menyatakan timnya sangat fokus dengan laga ini, dan sama sekali tak terpecah konsentrasinya dengan hasil kongres luar biasa (KLB) PSSI pekan lalu. "Kami tak ada pikiran soal KLB. Kami mengikuti jadwal kompetisi yang sudah ada dan hari ini kami datang untuk bertanding," kata Suhatman.
Ia menilai Tim Laskar Kalinyamat tak bisa disepelekan karena memiliki motivasi besar untuk memenangi pertandingan. "Kami menghormati Persijap dan sulit memenangkan pertandingan di sini," kata dia.
Sementara itu gelandang Persijap Kanaan Nakhjavani dipastikan akan dibangkucadangkan dalam pertandingan ini. "Kanaan kurang berkembang dalam beberapa kali latihan," kata Pelatih Persijap Riono Asnan, kemarin.
Saat uji coba melawan tim sepak bola Porprov Jepara pekan lalu, Kanaan tampil sejak menit pertama, namun belum 30 menit diganti. Saat menjamu Semen Padang nanti, posisinya akan diisi Safri Umri. Dalam latihan pagi kemarin, Safri, pemain asal Aceh itu tampil sebagai gelandang.
Sementara itu bek Catur Rintang dipastikan absen pada pertandingan ini karena cedera hamstring. Posisinya digantikan Murwanto. "Kami sudah menyiapkan tim ini selama dua pekan dan sampai hari ini, kami benar-benar siap," kata Riono.
Sumber : Suara Merdeka (Muhammadun Sanomae/CN26)
Label:
Berita Jepara,
Persijap
DETAIL
ORDER
Berita Jepara - Persijap Jepara belum pernah menang melawan Semen Padang di Stadion Gelora Bumi Kartini. Musim lalu, Tim Laskar Kalinyamat kalah 1-2. Kedua tim akan berjumpa lagi di Gelora Bumi Kartini dalam pertandingan kompetisi Indonesia Premier League (IPL) Selasa besok.
Persijap termotivasi besar untuk bisa mengalahkan juara IPL musim 2012 itu. Pelatih Persijap Riono Asnan mengatakan, setelah dua kekalahan dalam pertandingan tandang melawan Persiraja Banda Aceh dan PSLS Lhokseumawe, timnya harus bisa memetik kemenangan di kandang untuk mengembalikan jalur kompetitif timnya.
"Kami bersiap penuh setelah dua kekalahan itu. Tim kami ingin bermain sebaik mungkin untuk bisa meraih tiga poin," kata dia. Melawan Semen Padang yang berpengalaman dan memiliki pemain-pemain berkualitas, Riono Asnan menyebut peluang timnya untuk bisa memenagi pertandingan sangat terbuka. Ia percaya para pemainnya bisa memperbaiki performa dan kembali menemukan semangat untuk menang.
"Kalau tim kami bisa bermain dengan semangat tinggi sepanjang pertandingan, itu akan sangat membantu. Apalagi ini di kandang sendiri. Fans Persijap tentu berharap besar tim ini bisa menang," lanjutnya.
General Manager Persijap Mohammad Said Basalamah mengatakan manajemen klub sangat memotovasi timnya bisa memenangi pertandingan ini. Bahkan manajemen menyiapkan bonus untuk para pemain jika bisa menang. Jumlah bonus diambilkan dari sekian persen dari pendapatan penjualan tiket penonton. Ia tak menyebut angka persentasenya.
"Ini pertandingan penting buat Persijap, sama pentingnya dengan pertandingan yang akan dijalani. Kami selalu menginginkan kemenangan," katanya.
Sumber : Suara Merdeka (Muhammadun Sanomae/CN26)
Persijap termotivasi besar untuk bisa mengalahkan juara IPL musim 2012 itu. Pelatih Persijap Riono Asnan mengatakan, setelah dua kekalahan dalam pertandingan tandang melawan Persiraja Banda Aceh dan PSLS Lhokseumawe, timnya harus bisa memetik kemenangan di kandang untuk mengembalikan jalur kompetitif timnya.
"Kami bersiap penuh setelah dua kekalahan itu. Tim kami ingin bermain sebaik mungkin untuk bisa meraih tiga poin," kata dia. Melawan Semen Padang yang berpengalaman dan memiliki pemain-pemain berkualitas, Riono Asnan menyebut peluang timnya untuk bisa memenagi pertandingan sangat terbuka. Ia percaya para pemainnya bisa memperbaiki performa dan kembali menemukan semangat untuk menang.
"Kalau tim kami bisa bermain dengan semangat tinggi sepanjang pertandingan, itu akan sangat membantu. Apalagi ini di kandang sendiri. Fans Persijap tentu berharap besar tim ini bisa menang," lanjutnya.
General Manager Persijap Mohammad Said Basalamah mengatakan manajemen klub sangat memotovasi timnya bisa memenangi pertandingan ini. Bahkan manajemen menyiapkan bonus untuk para pemain jika bisa menang. Jumlah bonus diambilkan dari sekian persen dari pendapatan penjualan tiket penonton. Ia tak menyebut angka persentasenya.
"Ini pertandingan penting buat Persijap, sama pentingnya dengan pertandingan yang akan dijalani. Kami selalu menginginkan kemenangan," katanya.
Sumber : Suara Merdeka (Muhammadun Sanomae/CN26)
Langganan:
Postingan (Atom)























